Senin sore tgl 29-08-2011, takbir laut di selengrakan di daerah semenanjung utara kecamatan Pagimanadan Desa Suku Bajau (Bajo'), Luwuk, Sulawesi Tengah.
Takbir ini di lakukan dengan menggunakan perahu-perahu milik nelayan setempat.
Perahu-perahu tersebut dilengkapi dengan sound system yang mengumandangkan takbir.
Parade ini hanya berlangsung selama 15 menit- 30 menit.
Setelah itu, perahu-perahu kembali masuk ke jalan-jalan laut (khusus perahu) menuju rumah warga masing2. Pawai ini berlangsung sangat meriah karena hal ini dilakukan hanya pada saat-saat menjelang lebaran.
Dan hanya dilakukan oleh masyarakat Suku Bajau.
Takbir Darat, dinamakan demikian karena pawai takbir ini dilakukan didarat menggunakan kendaraan darat, seperti motor dan mobil. Pawai ini dilakukan berkeliling beberapa keluharan di kecamatan Pagimana. Selama kurang lebih 2 jam. Pawai ini sangat meriah karena selain diiringi bising nya knalpot motor yang dimodifikasi, ditambah juga ledakan dari mercon2 bambu dan kembang api yang tersedia hampir di setiap kelurahan yang di lewati. :D
Sekian berita hari ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri
Rabu, 31 Agustus 2011
Sabtu, 27 Agustus 2011
Malam Seribu Lampu
Dimulai tanggal 26-08-2011 malam.
Bertempat di Pagimana Port (Sakna) Pagimana, Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia.
Dimulai acara Malam Seribu Lampu yang di gelar oleh mahasiswa dari HPMI-KP (Himpunan Pelajar Mahasiswa- Kecamatan Pagiman).
Acara ini berlangsung sampai tgl 28-08-2011, acara ini dibuat untuk melangsungkan tradisi malam pasang lampu yang sudah sejak lama dijalankan oleh masyarakat daerah timur Indonesia ini.
Di beranda setiap rumah akan terdapat botol-botol lampu kecil (dolum-dolum) yang akan menyala sejak Maghrib-Shubuh. Jumlah lampu yang akan dinyalakan dirumah itu menandakan banyaknya penghuni di rumah tersebut.
Misalkan di suatu rumah memasang 10 lampu maka ada 10 orang ada dalam rumah tersebut.
Dan untuk lebih memeriahkan acara tersebut, mahasiswa-mahasiswi di Kecamatan Pagimana sepakat membuat lampu2 di sepanjang dermaga di Pagimana Port. Jumlah lampu yang dipasang kurang lebih 2000 lampu.
Bayangkan saja lampu sebanyak itu di pasang di sepanjang jalan dermaga. Hhm, seperti dalam film ketika seseorang ingin menyatakan cinta. :D
Ditemani suhu lautan tropis Indonesia, suasana tidak begitu dingin, malah bisa dibilang hangat. Apalagi ditambah dengan panas dari api 2000 lampu.
Indonesia kaya akan budaya dan tradisinya. Bila bukan kita yang melestarikannya siapa lagi?
Saya Cinta INDONESIA
Bertempat di Pagimana Port (Sakna) Pagimana, Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia.
Dimulai acara Malam Seribu Lampu yang di gelar oleh mahasiswa dari HPMI-KP (Himpunan Pelajar Mahasiswa- Kecamatan Pagiman).
Acara ini berlangsung sampai tgl 28-08-2011, acara ini dibuat untuk melangsungkan tradisi malam pasang lampu yang sudah sejak lama dijalankan oleh masyarakat daerah timur Indonesia ini.
Di beranda setiap rumah akan terdapat botol-botol lampu kecil (dolum-dolum) yang akan menyala sejak Maghrib-Shubuh. Jumlah lampu yang akan dinyalakan dirumah itu menandakan banyaknya penghuni di rumah tersebut.
Misalkan di suatu rumah memasang 10 lampu maka ada 10 orang ada dalam rumah tersebut.
Dan untuk lebih memeriahkan acara tersebut, mahasiswa-mahasiswi di Kecamatan Pagimana sepakat membuat lampu2 di sepanjang dermaga di Pagimana Port. Jumlah lampu yang dipasang kurang lebih 2000 lampu.
Bayangkan saja lampu sebanyak itu di pasang di sepanjang jalan dermaga. Hhm, seperti dalam film ketika seseorang ingin menyatakan cinta. :D
Ditemani suhu lautan tropis Indonesia, suasana tidak begitu dingin, malah bisa dibilang hangat. Apalagi ditambah dengan panas dari api 2000 lampu.
Indonesia kaya akan budaya dan tradisinya. Bila bukan kita yang melestarikannya siapa lagi?
Saya Cinta INDONESIA
Langganan:
Postingan (Atom)