Senin, 21 Mei 2012


 Penginderaan Jarak Jauh
      Sabins (1996) dalam Kerle, et al. (2004) menjelaskan bahwa penginderaan jauh adalah ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan sutau objek. Sedangkan menurut Lillesand and Kiefer (1993). Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji.
    Data penginderaan jauh diperoleh dari suatu satelit, pesawat udara balon udara atau wahana lainnya. Data-data tersebut berasal rekaman sensor yang memiliki karakteristik berbeda-beda pada masing-masing tingkat ketinggian yang akhirnya menentukan perbedaan dari data penginderaan jauh yang di hasilkan (Richards and Jia, 2006).
Menurut beberapa pakar penginderaan jauh dapat diartikan sebagai:
- Penginderaan jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat, tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau gejala yang akan dikaji (Lillesand dan Kiefer, dalam Sutanto, 1986).
- Penginderaan jauh merupakan teknik yang dikembangkan untuk memperoleh ldan menganalisis informaasi tentang bumi. Informasi itu berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi (lindgren, 1985).
- Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, menemutunjukkan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian (Avery, 1986).

Untuk melakukan penginderaan jarak jauh diperlukan alat sensor, alat pengolah datadan alat-alat lainnya sebagai pendukung. Oleh karena sensor tidak ditempatkan pada objek, maka perlu adanya wahana atau alat sebagai tempat untuk meletakkan sensor. Wahana tersebut dapatberupa balon udara, pesawat terbang, satelit atau wahana lainnya Antara sensor, wahana,dan citra diharapkan selalu berkaitan, karena hal itu akan menentukan skala citra yang dihasilkan.
          Sistem Penginderaan Jauh (Sutanto, 1986). Keterangan: Sensor menangkap objek dari bumi, dimana suatu objek itu untuk bisa sampai ke sensor  membutuhkan energi dari sinar matahari sebagai sumber energi. Agar energi tesebut dapat sampai ke objek, harus melewati pembatas atau hambatan yang dinamakan atmosfer. Namun tidak sepenuhnya sinar yang datang dari matahari mengenai objek karena adanya hambatan atmosfer tersebut. Setelah itu, energi yang sampai ke objek diterima dan dipantulkan dan dipancarkan ke sensor sebagai inti dari sistem tersebut. Kemudian dari sensor mengeluarkan data digital dan data visual yang kemudian sampai ke pengguna yang ada dipermukaan bumi.

Citra
Citra indraja adalah gambaran suatu gejala atau objek sebagai hasil rekaman dari sebuah sensor,baik dengan cara optic,elektrooptik maupun elektronik.
Citra dibedakan menjadi 2:
Citra foto (photographic image)
Citra nonfoto (nonphotographic image)

CITRA FOTO
          Citra foto adalah gambaran suatu gejala dipermukaan bumi sebagai hasil pemotretan dengan menggunakan kamera.
Berdasarkan spektruk elektromagnetik yang digunakan, citra foto dibedakan menjadi 5 jenis:
1. Citra foto ultraviolet, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.
2. Citra foto ortokromatik,yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari warna biru hingga sebagian warna hijau(0,4-0,56 mikrometer).
3. Citra foto pankromatik yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan seluruh spectrum tampak matamulai warna merah hingga ungu.
4. Citra inframerah asli yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum inframerah dekat hingga panjang gelombang 0,9 -1,2 mikrometer yang dibuat secara khusus.
5. Citra foto inframerah modifikasi, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum inframerah dan sebagian spectrum tampak dari warna merah dan sebagian warna hijau.

 Berdasarkan arah sumbu kamera dibedakan menjadi :
1. Citra foto vertica /foto tegak /orto photograph yaitu citra foto yang dibuat dengan posisi sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.
2. Citra foto condong /foto miring /oblique photograph yaitu dibuat dengan kamera yang menyudut terhadap garis lurus di permukaan bumi.
Citra foto condong dibedakan menjadi 2:
a. Citra foto agak condong /low oblique photograph yaitu apabila cakrawala tidak tergambar pada citra foto.
b. Citra foto sangat condong /high oblique photograph yaitu apabila cakrawala tergambar pada citra foto.

 Berdasarkan Sudut Liputan Kamera dibedakan menjadi :
1.  Sudut kecil :liputan < 60º
2. Sudut normal : liputan antara 60º -75º
3. Sudut lebar : liputan antara 75º -100º
4. Sangat lebar: liputan > 100º
Semakin lebar sudut kamera,semakin luas permukaan bumi yang diliput.

 Berdasarkan jenis kamera
1)  Citra foto tunggal yaitu citra foto yang dibuat dengan kamera tunggal.
2) Citra foto jamak yaitu citra foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan objek liputan yang sama.
Foto jamak dapat dibuat dengan 3 cara:
a. Multikamera yaitu dengan menggunakan beberapa kamera yang masing-masing diarahkan ke satu objek
b.  Kamera multilensa yaitu satu kamera dengan beberapa lensa
c.  Kamera tunggal berlensa tunggal dengan pengurai warna.
Foto jamak dibedakan lebih jauh lagi:
1.             Foto multispektral yaitu beberapa foto untuk daerah yang sama dengan beberapa kamera atau satu kamera dengan beberapa lensa masing-masing, lensa menggunakan band/saluran yang berbeda yaitu biru, hijau, merah, serta inframerah pantulan.
2.             Foto dengan kamera ganda,yaitu pemotratan disuatu daerah dengan menggunakan beberapa kamera dengan jenis film yang berbeda.
3.             Foto dengan sudut kamera ganda, yaitu dengan menggunakan satu kamera vertikal di bagian tengah dan di bagian tepi untuk beberapa foto condong.

Warna yang digunakan
1.  Warna asli (true color) yaitu foto pankromatik berwarna
2.  Warna semu (false color) atau foto inframerah berwarna
Wahana yang digunakan
1. Pesawat terbang/balon udara – foto udara
2. Satelit – foto satelit/foto orbital                                              
 CITRA NONFOTO
     Citra Nonfoto Adalah gambaran yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera. Dan dalam artian lain Citra Nonfoto Adalah gambar atau citra tentang suatu objek yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera dengan cara memindai (scanning).

Berdasarkan spectrum elektromagnetik yang digunakan dibedakan menjadi 3:
1. Citra inframerah termal yaitu yang dibuat dengan menggunakan spectrum  inframerah termal.
2. Citra radar yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan spectrum           gelombang mikro dan sumber tenaga.
3. Citra gelombang mikro yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan spectrum gelombang mikro.

Berdasarkan Sensor yang digunakan dibedakan menjadi :
            1. Citra tunggal yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan                                sensor tunggal dengan saluran lebar
            2. Citra multispektral yaitu citra yang dibuat dengan                                               menggunakan sensor jamak dengan saluran sempit,yang                            terdiri dari:
- Citra RBV(Return Beam Vidicon),sensornya berupa kamera yang hasilnya tidak dalam bentuk foto karena detektornya bukan film dan prosesnya non fotografik.
- Citra MSS (Multi Spektral Scanner), sensornya dapat menggunakan spectrum tampak maupun spectrum inframerah termal,citra ini dapat dibuat dari pesawat udara.
Berdasarkan Wahana yang digunakan dibedakan menjadi :
1. Citra dirgantara (airbone image) yaitu citra yang dibuat dari dirgantara dengan pesawat terbang.
     Contoh : Citra inframerah termal,citra radar dan citra MSS.
2. Citra satelit yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar dengan satelit.
     Citra satelit dapat dibedakan menjadi 4 :
1.    Citra satelit untuk penginderaan planet misalnya Viking(AS), serta citra satelit Runa dan Venera (Rusia).
2. Citra satelit untuk penginderaan cuaca.misalnya citra NOAA dan citra satelit Meteor (Rusia).
  3.  Citra satelit untuk penginderaan sumber daya bumi, misalnya  citra Landsat (AS), Citra Soyuz (Rusia) dan citra SPOT (Perancis).
4. Citra satelit untuk menginderakan laut, misalnya citra Seasat (AS) dan citra MOS (Jepang).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar