Biological marker (biomarker) adalah senyawa
yang ditemukan dalam ekstrak minyak bumi atau batu yang memiliki rantai karbon
atau kerangka yang berisi link dengan produk alami. Biomarker umum dalam minyak
bumi termasuk isoprenoidnya, triterpana dan sterana.
Biomarker (biological marker)
merupakan indikator kimia dari sumber bahan organik dan dapat digunakan sebagai
indikator lingkungan (Killops & Killops 1993). Analisis biomarker telah digunakan secara
luas dalam studi umum geokimia, kini ketertarikan dalam analisis ini meningkat
dan digunakan juga dalam studi ekologi (Parrish et al. 2000; Panetta
& Gélinas 2009).
Sumber potensial bahan organik yaitu
seperti fitoplankton (diatom dan dinoflagellata), bakteri, hewan akuatik
(termasuk zooplankton dan fauna bentik), makroalga, seagrass, mikrofitobentos
(mikroalga bentik dan cyanobakteri) dan tanaman tingkat tinggi yang berasal
dari darat (Volkman et al. 2008).
Lipid biomarker dapat juga digunakan untuk merekontruksi perubahan yang
terjadi pada masa lalu pada suatu ekosistem karena lipid biomarker berisi
informasi yang melimpah tentang sumber material sedimen (Muri et al.
2004).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar