Teknik interprestasi visual
Teknik interpretasi
visual (manual) citra satelit yang merupakan adaptasi dari teknik interpretasi
foto udara. Citra satelit yang dimaksudkan disini adalah citra satelit pada
saluran tampak dan perluasannya. Adaptasi teknik ini bisa dilakukan karena baik
citra satelit tesebut dan foto udara, sama-sama merupakan rekaman nilai
pantulan dari obyek. Namun karena perbedaan karakteristik spasial dan
spektralnya, maka tidak keseluruhan kunci interpretasi dalam teknik
interpretasi visual ini bisa digunakan. Kelebihan dari teknik interpretasi
visual ini dibandingkan dengan interpretasi otomatis adalah dasar interpretasi
tidak semata-mata kepada nilai kecerahan, tetapi konteks keruangan pada daerah
yang dikaji juga ikut dipertimbangkan. Interpretasi manual ini peranan
interpreter dalam mengontrol hasil klasifikasi menjadi sangat dominan, sehingga
hasil klasifikasi yang diperoleh relatif lebih masuk akal.
Berdasarkan kerangka pemikiran
tersebut maka interpretasi citra Landsat 7 ETM digital menggunakan gabungan
metode penafsiran secara klasifikasi teracu (supervised classification) dan metode secara manual/visual atau
delineasi secara on screen digitation. Penggabungan kedua metode ini (manual
dan otomatis) menghasilkan klasifikasi yang lebih rinci dan cepat sebab
klasifikasi teracu akan membantu mempermudah klasifikasi secara keseluruhan,
terutama untuk memperoleh batas delineasi pada kelas-kelas dengan poligon yang
besar seperti kelas hutan, laut, danau dan yang lainnya. Sedangkan metode
secara manual/visual dapat lebih memperinci hasil kliasifikasi teracu, terutama
untuk memisahkan, menggabungkan atau menambahkan kelas-kelas yang tidak bisa
dilakukan secara klasifikasi teracu.
Model warna RGB adalah model warna berdasarkan konsep penambahan
kuat cahaya primer yaitu Red, Green dan
Blue.
Dalam suatu ruang yang sama sekali tidak ada
cahaya, maka ruangan tersebut adalah gelap total. Tidak ada signal gelombang
cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0). Apabila kita menambahkan
cahaya merah pada ruangan tersebut, maka ruangan akan berubah warna menjadi
merah misalnya RGB (255,0,0), semua benda dalam ruangan tersebut hanya dapat
terlihat berwarna merah. Demikian apabila cahaya kita ganti dengan hijau atau
biru.
Apabila kita melanjutkan percobaan memberikan 2 macam
cahaya primer dalam ruangan tersebut seperti (merah dan hijau), atau (merah dan
biru) atau (hijau dan biru), maka ruangan akan berubah warna masing-masing
menjadi kuning, atau magenta atau cyan. Warna-warna yang dibentuk oleh
kombinasi dua macam cahaya tersebut disebut warna sekunder.
Pada perhitungan dalam program-program komputer model warna
direpresentasi dengan nilai komponennya, seperti dalam RGB (r, g, b)
masing-masing nilai antara 0 hingga 255 sesuai dengan urusan masing-masing
yaitu pertama Red, kedua Green dan ketigha adalah nilai Blue dengan demikian
masing-masing komponen ada 256 tingkat. Apabila dikombinasikan maka ada 256 x
256 x 256 atau 16.777.216 kombinasi warna RGB yang dapat dibentuk.
Dalam mendesign web warna RGB kerapkali direpresentasikan dengan Hex Triplet atau kombinasi 2 pasang bilangan hexadecimal, seperti #FF5D25 artinya Red = FF atau 15*16 + 15 = 255, Green = 5D atau 5*16 + 13 = 93 dan Blue = 25 atau 2*16 + 5 = 37. Jadi RGB (255,93,37).
Dalam mendesign web warna RGB kerapkali direpresentasikan dengan Hex Triplet atau kombinasi 2 pasang bilangan hexadecimal, seperti #FF5D25 artinya Red = FF atau 15*16 + 15 = 255, Green = 5D atau 5*16 + 13 = 93 dan Blue = 25 atau 2*16 + 5 = 37. Jadi RGB (255,93,37).
Geolink
Geolink adalah salah
satu cara yang di gunakan untuk mempermudah dalam penggolahan register
atau rektifikasi citra untuk penepatan GCP antara 2 buah citra satelit. Geolink
hanya bisa digunakan pada beberapa citra yang mempunyai koordinat sama (citra
yang telah tergeoreference). Jika
beberapa citra tesebut belum mempunyai koordinnat yang sama maka dengan melakukan
rektifikasi terlebih dulu pada citra yang sudah mempunyai koordinatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar