Jumat, 16 November 2012

Teknik Interprestasi Visual Citra Satelit


Teknik  interprestasi visual
                 Teknik interpretasi visual (manual) citra satelit yang merupakan adaptasi dari teknik interpretasi foto udara. Citra satelit yang dimaksudkan disini adalah citra satelit pada saluran tampak dan perluasannya. Adaptasi teknik ini bisa dilakukan karena baik citra satelit tesebut dan foto udara, sama-sama merupakan rekaman nilai pantulan dari obyek. Namun karena perbedaan karakteristik spasial dan spektralnya, maka tidak keseluruhan kunci interpretasi dalam teknik interpretasi visual ini bisa digunakan. Kelebihan dari teknik interpretasi visual ini dibandingkan dengan interpretasi otomatis adalah dasar interpretasi tidak semata-mata kepada nilai kecerahan, tetapi konteks keruangan pada daerah yang dikaji juga ikut dipertimbangkan. Interpretasi manual ini peranan interpreter dalam mengontrol hasil klasifikasi menjadi sangat dominan, sehingga hasil klasifikasi yang diperoleh relatif lebih masuk akal.
     Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut maka interpretasi citra Landsat 7 ETM digital menggunakan gabungan metode penafsiran secara klasifikasi teracu (supervised classification) dan metode secara manual/visual atau delineasi secara on screen digitation. Penggabungan kedua metode ini (manual dan otomatis) menghasilkan klasifikasi yang lebih rinci dan cepat sebab klasifikasi teracu akan membantu mempermudah klasifikasi secara keseluruhan, terutama untuk memperoleh batas delineasi pada kelas-kelas dengan poligon yang besar seperti kelas hutan, laut, danau dan yang lainnya. Sedangkan metode secara manual/visual dapat lebih memperinci hasil kliasifikasi teracu, terutama untuk memisahkan, menggabungkan atau menambahkan kelas-kelas yang tidak bisa dilakukan secara klasifikasi teracu.
     
     Model warna RGB adalah model warna berdasarkan konsep penambahan kuat cahaya primer yaitu Red, Green dan Blue. Dalam suatu ruang yang sama sekali tidak ada cahaya, maka ruangan tersebut adalah gelap total. Tidak ada signal gelombang cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0). Apabila kita menambahkan cahaya merah pada ruangan tersebut, maka ruangan akan berubah warna menjadi merah misalnya RGB (255,0,0), semua benda dalam ruangan tersebut hanya dapat terlihat berwarna merah. Demikian apabila cahaya kita ganti dengan hijau atau biru.
     Apabila kita melanjutkan percobaan memberikan 2 macam cahaya primer dalam ruangan tersebut seperti (merah dan hijau), atau (merah dan biru) atau (hijau dan biru), maka ruangan akan berubah warna masing-masing menjadi kuning, atau magenta atau cyan. Warna-warna yang dibentuk oleh kombinasi dua macam cahaya tersebut disebut warna sekunder.

     Pada perhitungan dalam program-program komputer model warna direpresentasi dengan nilai komponennya, seperti dalam RGB (r, g, b) masing-masing nilai antara 0 hingga 255 sesuai dengan urusan masing-masing yaitu pertama Red, kedua Green dan ketigha adalah nilai Blue dengan demikian masing-masing komponen ada 256 tingkat. Apabila dikombinasikan maka ada 256 x 256 x 256 atau 16.777.216 kombinasi warna RGB yang dapat dibentuk.

     Dalam mendesign web warna RGB kerapkali direpresentasikan dengan Hex Triplet atau kombinasi 2 pasang bilangan hexadecimal, seperti #FF5D25 artinya Red = FF atau 15*16 + 15 = 255, Green = 5D atau 5*16 + 13 = 93 dan Blue = 25 atau 2*16 + 5 = 37. Jadi RGB (255,93,37).


  Geolink
            Geolink adalah salah satu cara yang di gunakan untuk mempermudah dalam penggolahan register atau rektifikasi citra untuk penepatan GCP antara 2 buah citra satelit. Geolink hanya bisa digunakan pada beberapa citra yang mempunyai koordinat sama (citra yang telah tergeoreference). Jika beberapa citra tesebut belum mempunyai koordinnat yang sama maka dengan melakukan rektifikasi terlebih dulu pada citra yang sudah mempunyai koordinatnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar