Jumat, 16 November 2012

Ekologi Rumput Laut


EKOLOGI
Rumput laut hidup dengan cara menyerap zat makanan dari perairan dan melakukan fotosintesis. Jadi pertumbuhannya membutuhkan faktor-faktor fisika dan kimia perairan seperti gerakan air, suhu, kadar garam, nitrat, dan fosfat serta pencahayaan matahari (Atmadja, et al., 1996)
            Menurut Nybakken (1992), rumput laut tumbuh melekat pada substrat yang keras, yang senanatiasa mendapat cahaya matahari. Pada perairan jernih rumput laut dapat hidup kedalaman 20-30 meter.Rumput laut ini memperoleh makanan berupa nutrient langsung dari air laut.Akibat peristiwa upwelling dan turburensi, nutrient tersebut menjadi tersedia di kolam air.Sekitar 10% dari produktivitas bersih rumput laut memasuki jaringan-jaringan makanan dalam bentuk detritus atau bahan organik terlarut.
            Penyebaran rumput laut pertama kali ditemukan hidup secara alami, dan keberadaannya dapat dijumpai di paparan terumbu karang dan goba dengan kedalamaan 1 -100 meter.
Parameter ekologis yang perlu diperhatikan antara lain: arus, kondisi dasar perairan, kedalaman, kadar garam, kecerahan, ketersediaan bibit dan organisme pengganggu.
a)      Arus; Gerakan airakan membawa unsur hara, menghilangkan kotoran yang menempel pada thallus, membantu pengudaraan, dan mencegah adanya fluktuasi suhu air yang besar. Indikator suatu lokasi yang memiliki arus yang baik adalah adanya pertumbuhan karang lunak dan padang lamun yang bersih dari kotoran dan cenderung miring ke satu arah. Arus merupakan gerakan mengalir suatu masa air yang dapat disebabkan oleh tiupan angin, perbedaan densitas air laut dan pasang surut yang bergelombang panjang dari laut terbuka. Kecepatanarus yang baik adalah 20-40 cm/detik dengan suhu berkisar 20-28oC dan pH berkisar 7,3-8,2
b)      Dasar Perairan; Dasar perairan yang sesuai adalah berupa pecahan-pecahan karang dan pasir kasar.Kondisi perairan tersebut juga merupakan indikator kejernihan air yang relatif baik memiliki adanya gerakan air yang baik.Dasar perairan yang didominasi oleh lumpur dapat mengakibatkan kekeruhan yang tinggi. Dasar perairan yang hanya terdiri dari pasir menunjukkan pergerakan air yang sedikit, dan lumpur menunjukkan pergerakan air yang lebih rendah lagi. Perairan dengan dasar karang ataupun karang mati
c)      Kedalaman; Kedalaman perairan sangat tergantung dari metode budi daya yang akan dipilih. Metode lepas dasar dilakukan pada kedalaman perairan tidak kurang dari 30-60 cm pada waktu surut terendah, sedangkan metode rakit apung, rawai dan jalur pada perairan dengan kedalaman sekitar 2-15 m.
d)     Kadar Garam; K. alvarezii merupakan rumput laut yang relatif tidak tahan terhadap kisaran kadar garam yang luas. Kadar garam yang sesuai untuk pertumbuhannya adalah berkisar 28-35 ppt. Penurunan salinitas akibat masuknya air tawar akan menyebabkan pertumbuhan Eucheuma spp menjadi tidak normal. Untuk memperoleh perairan dengan kondisi salinitas tersebut harus dihindari lokasi yang berdekatan dengan muara sungai. Soegiarto et al. (1978) menyatakan kisaran salinitas yang baik untukE u che u ma sp adalah 32 - 35 ppt.
e)      Kecerahan; Lokasi budi daya rumput laut sebaiknya pada perairan yang jernih atau tingkat kecerahan yang tinggi sekitar 2-5 m. Air keruh mengandung lumpur dapat menghalangi cahaya matahari ke dalam air serta dapat menutupi permukaan thallus yang dapat menyebabkan thallus membusuk sehingga mudah patah.
f)       Ketersediaan Bibit; Bibit rumput laut yang berkualitas sebaiknya tersedia di sekitar lokasi yang dipilih, baik yang bersumber dari alam maupun dari budi daya. Apabila di lokasi tersebut tidak tersedia bibit maka sebaiknya didatangkan dari daerah terdekat dengan memperhatikan kaidah-kaidah penanganan bibit dan pengangkutan yang baik
g)      Organisme Pengganggu; Lokasi budidaya diusahakan pada perairan yang tidak banyak terdapat organisme pengganggu misalnya ikan beronang, bintang laut, bulu babi dan penyu serta tanaman penempel

Areal yang baik adalah areal dengan dasar pasir kasar bercampur denga potongan karang.kedalaman yang lebi ideal adalah 60 cm - 80 cm, selama pasang surut yang terendah. fakor lain yang dalam ekologi rumput laut adalah transparansi Ph, sumber air tawar dan temperatur.Secara umum dapat disimpulkan bahwa ekologi yang tepat untuk pertumbuhan rumput laut adalah sebagai berikut :
1.        Adanya bibit
2.        Habitat terlindung dari arus dan ombak yang kuat
3.        Kedalaman pada pasang surut terendah antara 0,30 - 1 meter.
4.        Keadaan air cukup jernih
5.        Salinitas sekitar 27 - 30 per mil
6.        Jauh dari sumber air awar
7.        Suhu perairan antara 25 – 27o C
8.        Terdapat pegerakan air yang baik, sehingga mempermudah transportasi serta percampuran nutrisi

Ekologi merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan rumput laut, hal ini dimaklumi karena di dalam masalah ekologi termasuk pemilihan lokasi yang memenuhi syarat untuk pertumbuhan rumput laut secara ideal. Berikut adalah contoh  persyaratan untuk tumbuhnya beberapa species rumput laut :
A.    Eucheuman
Secara alami rumput laut jenis Eucheuma memerlukan beberapa syarat untuk tumbuh dengan baik, diantaranya adalah :
·           Dasar perairan berupa pasir kasar bercampur pecahan-pecahan koral.
·           Keadaan air cukup jernih, kecerahan tinggi.
·           Salinitas antara 27 - 34 per mil
·           Suhu air sekitar 25 - 27o C
·           Terdapat pergerakan air yang cukup baik.
·           Kedalaman pada pasang surut terendah antara 0,30 - 1 meter.
·           Tempat terlindung dari arus dan ombak yang kuat
·           Jauh dari sumber air tawar
·           Perairaan bebas dari populasi baik limbah domestik maupun limbah industri.

B.   Gracilaria sp.
Secara umum syarat-syarat untuk tumbuhnya rumput laut jenis Gracilaria adalah sebagai berikut :
·           Tersedianya sumber air tawar untuk menurunkan salinitas
·           Areal terlindung dari angin, arus dan ombak
·           Perbedaan pasang surut yang cukup sehingga memudahkan pergantian air
·           Dasar perairan terdiri dari pasir dan lumpur
·           Temperatur optimum berkisar antara 20 - 28o C
·           PH air antara 6 dan 9 dengan nilai optimum 8,2 - 8,7
·           Kedalaman sekitar 30 cm selama bulan-bulan berawan, dan 60 cm selama bulan-bulan tak berawan.


C.   Caulerpa sp.
Persyaratan ekologi untuk tumbuhnya rumput laut jenis Caulerpa sp. ini adalah :
·           Areal terlindung dari pengaruh angin dan ombak
·           Areal harus bebas dari populasi
·           Substrat terdiri dari clay-loan
·           Salinitas antara 30 32 per mil
·           Temperatur air berkisar antara 27 - 32 C
·           Kedalaman antara 60 - 100 cm (tergantung pada kekeruhan air)
·           Pond-level sedikit di bawah garis nol dari pasang
·           PH optimum 7 – 8

Pada perairan kepulauan di Indonesia rumput laut dijumpai di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang.Rumput laut di alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Di beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput  laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak.
Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput  laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput  laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput  laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput  laut yang banyak dibudidayakan di antaranya adalah Euchema cottonii dan Gracilaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput  laut ini di antaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.
Rumput laut  atau Algae laut tumbuh hampir diseluruh bagian hidrosfer sampai batas kedalaman sinar matahari masih dapat mencapainya. Beberapa jenis rumput laut hidupnya kosmopolit, mendunia. Rumput laut hidup sebagai fitobenthos dengan menancapkan atau melekatkan dirinya pada substrat lumpur, pasir, karang, fragmen karang mati, batu , kayu dan benda keras lainnya. Ada pula yang menempel pada tumbuhan lain secara epifitik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar