Jumat, 16 November 2012

Temperatur Laut


Temperatur
             Temperatur adalah ukuran panas-dinginnya dari suatu benda. Panas-dinginnya suatu benda berkaitan dengan energi termis yang terkandung dalam benda tersebut. Makin besar energi termisnya, makin besar temperaturnya. Temperatur adalah salah satu sifat fisik yang paling penting dari air laut. Salinitas dan temperatur bersama-sama mengontrol densitas air laut.
Temperatur air laut mengontrol distribusi dari organisme laut dan ikan. Karena temperatur dapat mempengaruhi proses kimia (metabolisme), temperatur air laut memiliki efek yang besar pada proses kehidupan ikan. Perubahan temperatur airu laut dapat mengakibatkan perubahan aktivitas tubuh pada ikan.
Suhupermukaan lautmempengaruhi sifat udara permukaan di atas lautan. struktur suhu vertikalmempengaruhi propagasi suara di laut dan oleh karena itu penting untuk peranganti-kapal selam.
Suhu air laut merupakan indikasi perubahan lainnya dan kondisidi laut seperti intensitas upwelling, arus, dan batas massa air (Reddy, 2001).
Alat pengukur suhu air laut adalah Bathythermograph, atau BT merupakan perangkat berbentuk torpedo kecil yang memegang sensor suhu dan transduser untukmendeteksi perubahan suhuair dibandingkan kedalaman.
Diturunkan ke dalam air dari sebuah kapal berlangsung, BT catatan tekanan dan perubahan suhu seperti yang dijatuhkan melalui air. Karena tekanan adalah fungsi kedalaman, pengukuran suhu dapat dikorelasikan dengan kedalaman di mana mereka dicatat. Bathythermograph  dikembangkan oleh Athelstan Spilhaus pada tahun 1938.
Prinsip Kerja : Bathythermograph Submarine Amerika, dirancang untuk mengambil keuntungan dari lapisan termal. Bathythermograph mencatat jejak mendalam / suhu gabungan pada kartu dilapisi karbon. Sebagai perahu turun, stylus terhapus karbon dari atas ke bawah pada kartu dikalibrasi. Sebuah batang kontrol kedua pindah stylus lateral karena suhu naik dan turun. Jika melacak menunjukkan garis relatif lurus dari permukaan sampai kedalaman operasi, air dikatakan isotermal. Ini semacam air menyediakan kondisi yang ideal sonar, tapi tidak sangat baik jika Anda mencoba untuk menyembunyikan dari sonar. A (penurunan suhu dengan kedalaman) positif (kenaikan suhu dengan kedalaman) atau negatif gradien temperatur menyediakan kondisi yang lebih baik untuk menghindari sonar musuh. Kondisi terbaik ditemukan ketika suhu tiba-tiba naik atau turun beberapa derajat dalam beberapa meter kedalaman.Mendapatkan bawah seperti lapisan secara drastis dapat mengurangi kemungkinan kapal selam itu menjadi terdeteksi.

File:Bathythermograph.jpg                                



Gambar 1 : Bathythermograph
Selain Bathythermograph ada CTD (Conductivity Temperature Depth) adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur karakteristik air seperti suhu, salinitas, tekanan, kedalaman, dan densitas.. Secara umum, sistem CTD terdiri dari unit masukan data, sistem pengolahan, dan unit luaran.
Prinsip Kerja : Prinsipnya teknik pengukuran pada CTD ini adalah untuk mengarahkan sinyal dan mendapatkan sinyal dari sensor yang menditeksi suatu besaran, kemudian mendapatkan data dari metode multiplexer dan pengkodean (decode), kemudian memecah data dengan metode enkoder untuk di transfer ke serial data stream dengan dikirimkan ke kontrolunit via cabel.
CTD diturunkan ke kolom perairan dengan menggunakan winch disertai seperangkat kabel elektrik secara perlahan hingga ke lapisan dekat dasar kemudian ditarik kembali ke permukaan. CTD memiliki tiga sensor utama, yakni sensor tekanan, sensor temperatur, dan sensor untuk mengetahui daya hantar listrik air laut (konduktivitas). Pengukuran tekanan pada CTD menggunakan strain gauge pressure monitor atau quartz crystal.
     Tekanan akan dicatat dalam desibar kemudian tekanan dikonversi menjadi kedalaman dalam meter. Sensor temperatur yang terdapat pada CTD menggunakan thermistor, termometer platinum atau kombinasi keduanya. Sel induktif yang terdapat dalam CTD digunakan sebagai sensor salinitas. Pengukuran data tercatat dalam bentuk data digital. Data tersebut tersimpan dalam CTD dan ditransfer ke komputer setelah CTD diangkat dari perairan atau transfer data dapat dilakukan secara kontinu selama perangkat perantara (interface) dari CTD ke komputer tersambung.
                                                                                                            
http://www.somas.stonybrook.edu/~warren/linkes_06/linkes_06_images/ctd_rosette_launch.jpg
           





Gambar 2 :  CTD

2.1.1 Distribusi Temperatur Vertikal
                Para ahli membaginya menjadi :
a.    Well-mixed surface layer 
: lapisan yang berada pada kedalaman 10 – 500 m
b.    Thermocline, lapisan transisi 
: Lapisan yang berada pada kedalaman 500 – 1000 m. Pada lapisan ini suhu menurun secara drastis. Lapisan Thermocline (termoklin) adalah lapisan yang membagi 2 massa air di perairan, lapisan ini merupakan lapisan pembatas antara air yang berada di permukaan dan yang berada di bawahnya, pada umumnya lapisan ini memiliki flukstuasi suhu yang sangat tajam dibandingkan dengan lapisan air lainnya.
Secara umum, temperatur di laut akan berkurang dengan bertambahnya kedalaman. Pada kedalaman 200-300 meter dan 1000 meter, temperatur akan turun dengan cepat. Daerah ini dikenal sebagai termoklin permanen. Pada lapisan 1000 meter kebawah menuju dasar laut tidak  mengalami variasi musiman dan temperatur turun perlahan antara 0oC dan 3oC. Di atas termoklin pemanen, distribusi temperatur terhadap kedalaman menunjukkan variasi musiman terutama di lintang tengah. Pada musim dingin, ketika temperatur rendah  lapisan permukaan tercampur akan melebar ke termoklin pemanen. Pada musim panas, temperatur permukaan naik, termoklin musiman sering terbentuk di atas termoklin pemanen.
c.    Lapisan yang relatif homogen dan dingin (> 1000 m)
: Lapisan yang berada pada kedalaman lebih dari 1000 m
Gambar 3 : Profil Temperatur terhadap kedalaman

2. 1. 2 Distribusi Temperatur Horizontal
Faktor – faktor yang mempengaruhi persebaran temperatur secara horisontal adalah :
a)    Radiasi matahari yang jatuh ke permukaan bumi tidak sama
b)   Temperature laut berubah-ubah terhadap ruang dan waktu
c)    Variasi temperatur terhadap lintang :
·                     Pada lintang rendah (10 N- 10 S) dan dekat kutup utara dan selatan perbedaan temperature diantara bulan-bulan terhangat dan terdingin sepanjang tahun adalah kecil ( (3* c)
·                     Di lintang menengah ( sekitar 30* N dan S ) variasi terbesarnya sekitar 6*C
Temperatur suatu perairan dipengaruhi oleh radiasi matahari, posisi matahari, letak geografis, musim, kondisi awan serta proses interaksi antara air dan udara. Rata-rata radiasi matahari yang mencapai bumi dan menembus atmosfir hanya sekitar 70%. Distribusi temperatur di permukaan bumi bervariasi terhadap lintang dan musim karena sumbu bumi mengikuti orbitnya mengitari matahari. Temperatur permukaan laut tergantung pada insolasi dan penentuan jumlah panas yang kembali diradiasikan ke atmosfer. Temperatur rata-rata laut adalah 3,8°C, namun pada daerah ekuator temperatur rata-rata lebih rendah dari 4,9°C. Pada lapisan perairan dimana terjadi perubahan suhu secara drastis pada kedalaman perairan, dengan temperatur 8-15OC disebut sebagai lapisan termoklin. Pada daerah tropis, lapisan termoklin terjadi pada kedalaman 150-400 meter, sedangkan pada daerah subtropis, lapisan ini terjadi pada kedalaman 400 - 1000 meter. Panas juga ditransfer di sepanjang permukaan laut melaui konduksi dan konveksi serta pengaruh penguapan. Jika permukaan laut lebih panas dari udara di atasnya maka panas dapat ditransfer dari laut ke udara. Panas yang hilang dari laut ke udara di atasnya terjadi melalui proses konduksi. Namun demikian, kehilangan panas tersebut tidak penting untuk total panas lautan dan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar