Temperatur
Temperatur adalah ukuran panas-dinginnya dari
suatu benda. Panas-dinginnya suatu benda berkaitan dengan energi termis yang
terkandung dalam benda tersebut. Makin besar energi termisnya, makin besar
temperaturnya. Temperatur adalah salah satu sifat
fisik yang paling penting dari air laut. Salinitas dan temperatur bersama-sama
mengontrol densitas air laut.
Temperatur air laut
mengontrol distribusi dari organisme laut dan ikan. Karena temperatur dapat mempengaruhi
proses kimia (metabolisme), temperatur air laut memiliki efek yang besar pada
proses kehidupan ikan. Perubahan temperatur airu laut dapat mengakibatkan
perubahan aktivitas tubuh pada ikan.
Suhupermukaan lautmempengaruhi sifat udara permukaan di atas lautan. struktur suhu vertikalmempengaruhi propagasi suara di laut dan oleh
karena itu penting untuk peranganti-kapal
selam.
Suhu air laut merupakan indikasi perubahan lainnya dan kondisidi
laut seperti intensitas upwelling, arus, dan batas massa air (Reddy,
2001).
Alat pengukur suhu air laut adalah Bathythermograph, atau BT
merupakan perangkat berbentuk torpedo kecil yang memegang sensor suhu
dan transduser untukmendeteksi perubahan suhuair dibandingkan kedalaman.
Diturunkan ke dalam air dari sebuah
kapal berlangsung, BT catatan tekanan dan
perubahan suhu seperti yang dijatuhkan melalui air. Karena tekanan adalah
fungsi kedalaman, pengukuran suhu
dapat dikorelasikan dengan kedalaman di mana mereka dicatat. Bathythermograph
dikembangkan oleh Athelstan Spilhaus pada tahun 1938.
Prinsip Kerja : Bathythermograph Submarine Amerika, dirancang untuk mengambil
keuntungan dari lapisan termal. Bathythermograph mencatat jejak mendalam / suhu
gabungan pada kartu dilapisi karbon. Sebagai perahu
turun, stylus terhapus karbon dari atas ke bawah pada kartu dikalibrasi. Sebuah batang
kontrol kedua pindah stylus lateral karena suhu naik dan turun. Jika melacak
menunjukkan garis relatif lurus dari permukaan sampai kedalaman operasi, air
dikatakan isotermal. Ini semacam air menyediakan kondisi yang ideal sonar, tapi tidak
sangat baik jika Anda mencoba untuk menyembunyikan dari sonar. A (penurunan suhu
dengan kedalaman) positif (kenaikan suhu dengan kedalaman) atau negatif gradien
temperatur menyediakan kondisi yang lebih baik untuk menghindari sonar musuh. Kondisi terbaik
ditemukan ketika suhu tiba-tiba naik atau turun beberapa derajat dalam beberapa
meter kedalaman.Mendapatkan bawah seperti lapisan secara drastis dapat
mengurangi kemungkinan kapal selam itu menjadi terdeteksi.
Gambar 1 : Bathythermograph
Selain
Bathythermograph ada CTD (Conductivity Temperature Depth) adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur
karakteristik air seperti suhu, salinitas, tekanan, kedalaman, dan densitas.. Secara umum, sistem CTD terdiri dari unit masukan data,
sistem pengolahan, dan unit luaran.
Prinsip Kerja : Prinsipnya teknik pengukuran pada CTD ini
adalah untuk mengarahkan sinyal dan mendapatkan sinyal dari sensor yang
menditeksi suatu besaran, kemudian mendapatkan data dari metode multiplexer dan
pengkodean (decode), kemudian memecah data dengan metode enkoder untuk di
transfer ke serial data stream dengan dikirimkan ke kontrolunit via cabel.
CTD diturunkan ke kolom perairan dengan menggunakan winch disertai seperangkat kabel
elektrik secara perlahan hingga ke lapisan dekat dasar kemudian ditarik kembali ke
permukaan. CTD memiliki tiga sensor utama, yakni sensor tekanan, sensor
temperatur, dan sensor untuk mengetahui daya hantar listrik air laut
(konduktivitas). Pengukuran tekanan pada CTD menggunakan strain gauge pressure monitor atau quartz
crystal.
Tekanan akan dicatat dalam desibar kemudian
tekanan dikonversi menjadi kedalaman dalam meter. Sensor temperatur yang terdapat pada CTD
menggunakan thermistor, termometer platinum atau kombinasi keduanya. Sel
induktif yang terdapat dalam CTD digunakan sebagai sensor salinitas. Pengukuran
data tercatat dalam bentuk data digital. Data tersebut tersimpan dalam CTD dan
ditransfer ke komputer setelah CTD diangkat dari perairan atau transfer data
dapat dilakukan secara kontinu selama perangkat perantara (interface)
dari CTD ke komputer tersambung.

Gambar 2 : CTD
2.1.1 Distribusi Temperatur Vertikal
Para ahli membaginya menjadi :
a.
Well-mixed surface layer
: lapisan
yang berada pada kedalaman 10 – 500 m
b.
Thermocline, lapisan transisi
: Lapisan yang berada pada kedalaman 500 –
1000 m. Pada lapisan ini suhu menurun secara drastis. Lapisan
Thermocline (termoklin) adalah
lapisan yang membagi 2 massa air di perairan, lapisan ini merupakan lapisan
pembatas antara air yang berada di permukaan dan yang berada di bawahnya, pada
umumnya lapisan ini memiliki flukstuasi suhu yang sangat tajam dibandingkan
dengan lapisan air lainnya.
Secara
umum, temperatur di laut akan berkurang dengan bertambahnya kedalaman. Pada
kedalaman 200-300 meter dan 1000 meter, temperatur akan turun dengan cepat.
Daerah ini dikenal sebagai termoklin permanen. Pada lapisan 1000 meter kebawah
menuju dasar laut tidak mengalami variasi musiman dan temperatur turun
perlahan antara 0oC dan 3oC. Di atas termoklin pemanen,
distribusi temperatur terhadap kedalaman menunjukkan variasi musiman terutama
di lintang tengah. Pada musim dingin, ketika temperatur rendah lapisan
permukaan tercampur akan melebar ke termoklin pemanen. Pada musim panas,
temperatur permukaan naik, termoklin musiman sering terbentuk di atas termoklin
pemanen.
c.
Lapisan yang relatif homogen dan dingin (> 1000 m)
: Lapisan yang berada pada kedalaman lebih dari 1000 m

Gambar 3 : Profil Temperatur terhadap kedalaman
2. 1. 2
Distribusi Temperatur Horizontal
Faktor – faktor yang
mempengaruhi persebaran temperatur secara horisontal adalah :
a) Radiasi matahari yang jatuh
ke permukaan bumi tidak sama
b) Temperature laut berubah-ubah terhadap ruang
dan waktu
c)
Variasi
temperatur terhadap lintang :
·
Pada
lintang rendah (10 N- 10 S) dan dekat kutup utara dan selatan perbedaan
temperature diantara bulan-bulan terhangat dan terdingin sepanjang tahun adalah
kecil ( (3* c)
·
Di
lintang menengah ( sekitar 30* N dan S ) variasi terbesarnya sekitar 6*C
Temperatur
suatu perairan dipengaruhi oleh radiasi matahari, posisi matahari, letak
geografis, musim, kondisi awan serta proses interaksi antara air dan udara.
Rata-rata radiasi matahari yang mencapai bumi dan menembus atmosfir hanya
sekitar 70%. Distribusi temperatur di permukaan bumi bervariasi terhadap
lintang dan musim karena sumbu bumi mengikuti orbitnya mengitari matahari.
Temperatur permukaan laut tergantung pada insolasi dan penentuan jumlah panas
yang kembali diradiasikan ke atmosfer. Temperatur rata-rata laut adalah 3,8°C,
namun pada daerah ekuator temperatur rata-rata lebih rendah dari 4,9°C. Pada
lapisan perairan dimana terjadi perubahan suhu secara drastis pada kedalaman
perairan, dengan temperatur 8-15OC disebut sebagai lapisan termoklin. Pada
daerah tropis, lapisan termoklin terjadi pada kedalaman 150-400 meter,
sedangkan pada daerah subtropis, lapisan ini terjadi pada kedalaman 400 - 1000
meter. Panas juga ditransfer di sepanjang permukaan laut melaui konduksi dan
konveksi serta pengaruh penguapan. Jika permukaan laut lebih panas dari udara
di atasnya maka panas dapat ditransfer dari laut ke udara. Panas yang hilang
dari laut ke udara di atasnya terjadi melalui proses konduksi. Namun demikian,
kehilangan panas tersebut tidak penting untuk total panas lautan dan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar