Jumat, 16 November 2012

Suhu Permukaan Laut Dengan Citra NOAA-AVHRR


Resume Studi Suhu Permukaan Laut Dengan Citra NOAA-AVHRR Di Perairan Selatan Laut Jawa
Indonesia memiliki daerah perairan yang sangat luas. Memiliki potensi sumber daya hayati laut yang cukup tinggi. Kondisi oseanografi yang sangat dinamis ini sangat berpengaruh secara langsung terhadap kehidupan biota laut. Suhu merupakan parameter oseanografi yang mempunyai pengaruh sangat dominan terhadap sumber daya laut. Oleh karena itu dilakukan studi untuk mengetahui persebaran suhu di lautan Selatan Jawa Timur.
Berdasarkan distribusi suhu permukaan laut (SPL) suatu wilayah yang luas akan dapat diamati fenomena up welling / front di suatu wilayah. Studi sebaran suhu permukaan secara sinoptik dapaat dilakukan dengan menggunakan citra satelit yang diproses dari inframerah, salah satu fenomena yang diamati adalah terbentuknya thermal front (zone pertemuan massa air dengan suhu yang berbeda). Hal ini disebabkan karena pergerakan massa air dari lapisan bawah ke permukaan (up welling).
Pemanfaatan data pengindraan jauh satelit khususnya data NOAA-AVHRR merupakan alternatif paling tepat karena mempunyai frekuensi pengamatan tinggi (dua kali per hari) dan juga biaya operasional yang murah. Penelitian dilakukan bulan Juni-Juli 2003 untuk mengamati persebaran suhu pada bulan Juni-Oktober 2002. Di daerah Selatan Jawa Timur dan data diolah di Stasiun Bumi Satelit Lingkungan dan Cuaca (SBLSC), Pusat Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Pengindraan Jauh (PUSBANGJA), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Jakarta.Penelitian menggunakan bahan dan alat yang menghasilkan data primer dari citra satelit NOAA-AVHRR bebas awan Juni-Oktober tahun 2002.
Untuk perhitungan kdecerahan tahap pertama menggunakan persamaan kalibrasi
Ln = SnCn + ln
Dimana :
Ln = nilai radiasi kanal ke n
Sn = koefisien slope data kanal ke n
Ln = koefisien intercept data kanal ke n
Cn = data radiometer count setiap piksel individu pada kanal ke n
Selanjutnya melakukan konversi menjadi menjadi suhu air (water temperature), dihitung untuk masing-masing kanal dengan memasukkan nilai koreksi emisivitas air yang nilainya adalah 0.98. persamaan yang digunakan untuk menghitung suhu (TWn) adalah :
TWn =    
Dimana:
TWn = suhu air (ºK)
C2 = konstanta radiasi surya (1,438833 cm ºK)
Vn = central wave number kanal inframerah jauh AVHRR
ln = nilai radiasi
ε = emisivitas air (0.98)
Perhitungan suhu permukaan laut diperoleh dengan memasukkan suhu air ke dalam kanal menggunakan persamaan alogaritma.
SPL = Tw4 + 2,702 (Tw4 – Tw5) – 237,582
Dimana:
Tw4 = suhu air kanal 4 (ºK)
Tw5 = suhu air kanal 5 (ºK)
SPL = suhu permukaan laut (ºC)
Dari analisa menggunakan citra NOAA-AVHRR didapat sebaran suhu pada bulan Juni 27-28 ºC.  Juli 24-25 ºC, Agustus 22-23 ºC, September 22-23 ºC, Oktober 22-25 ºC. Proses up welling di selatan Jawa Timur terjadi pada bulan Agustus- September 2002 pada suhu 21 ºC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar